Minggu, 28 Agustus 2011

Senandung di Malam Akhir Ramadhan

 
 
Hanya lirih hati dalam gumam
“Taqobbalallahuminn a waminkum, wataqobbal yaa karim, kullu ‘aamin wa antum bikhoirin”
Kau nyalakan cahaya hati
dijalan merah memandang
lurus tak berliku
akankah masa lalu kan berulang
hari depan haruslah berbeda
adalah kabut tak nampak jelas
takdir menanti dalam asa






Rabu, 24 Agustus 2011

Kenapa Perselingkuhan Terjadi? Ini Penyebabnya


Pernikahan adalah momen membangun kehidupan baru bersama pasangan. Suka duka akan dihadapi berdua, sebisa mungkin tidak melibatkan pihak lain untuk menyelesaikan masalah. Namun, masalah rumah tangga kadang tidak sesederhana yang dihadapi ketika masih pacaran. Bukan cinta lagi yang dibutuhkan, tetapi komitmen, untuk menjaga keutuhan rumah tangga.
Menurut psikolog Prof Dr Sarlito Wirawan Sarwono, cinta bukanlah pengikat pernikahan. Cinta hanyalah faktor yang bisa menarik seseorang untuk memutuskan berpasangan.

Salah satu penyebab retaknya rumah tangga menurut Prof Sarlito adalah perselingkuhan. Perselingkuhan itu sendiri biasanya disebabkan oleh beberapa faktor seperti: kemajuan teknologi, workaholic, dan sifat posesif.
Kemajuan teknologi
Teknologi bukan hal yang menjadi asal-usul perselingkuhan, namun bisa memicu perselingkuhan. Ketakutan bahwa kemajuan teknologi bisa membuat pasangan selingkuh, bisa membuat seseorang melanggar privasi pasangannya. Misalnya, membuka e-mail, SMS, atau situs jejaring sosial pasangan, bahkan minta password segala. Kebiasaan inilah yang menurut Prof Sarlito kerap memicu pertengkaran.
“Beri kepercayaan pada pasangan untuk punya wilayah privasinya sendiri. Kalau ternyata dia selingkuh, itu bisa diurus belakangan. Intinya jangan cari-cari masalah,” jelas Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia yang mendalami Psikologi Sosial ini.
Bagaimanapun, teknologi akan mempermudah pekerjaan dan kehidupan seseorang. Jadi, pasangan pun berhak menikmatinya.
Workaholic
Bila salah satu atau kedua pihak terlalu asyik dengan pekerjaan masing-masing, perlahan-lahan bisa menghilangkan kesetiaan. Jika workaholic tidak diselingi dengan kencan berdua, misalnya, akan sulit bagi pasangan untuk bertahan. Hubungan pernikahan akan terasa hambar dan terasa sama saja dengan rutinitas hidup yang lain. Rasa hambar ini kelak akan berujung pada keinginan untuk mencari “selingan”. Siapa yang menjadi "selingan" tersebut? Kemungkinan besar adalah rekan kerja, partner bisnis, atau siapapun yang biasa Anda jumpai saat bekerja atau beraktivitas.
Sifat posesif
Orang yang selalu menginginkan pasangan berperilaku sesuai dengan keinginannya cenderung membuat pasangan menjadi bosan. Kehidupan rumah tangga pun menjadi kaku karena pasangan selalu merasa diawasi dan akhirnya merasa terkekang.
Contohnya masalah cemburu. Cemburu yang berlebihan bisa memberi penghakiman yang terlalu cepat kepada pasangan, padahal perselingkuhan belum tentu terjadi. Kemarahan yang tidak memiliki alasan kuat justru akan menambah keretakan hubungan. Karena sifat manusia cenderung selalu memilih yang lebih baik, jangan sampai ulah Anda yang pencemburu atau posesif mendorong pasangan mencari orang lain.

Senin, 22 Agustus 2011

'GET MARRIED 3' Meriahkan Lebaran



Dua tahun berlalu sejak sekuel keduanya, GET MARRIED 3 siap memeriahkan lebaran. Seperti film sebelumnya trio Eman (Aming), Guntoro (Deddy Mahendra Desta), dan Beni (Ringgo Agus Rahman) tetap menjadi sahabat Mae (Nirina Zubir). Namun, suami Mae, Rendy sekarang diperankan oleh Fedi Nuril.
Film produksi Starvision tetap mengandalkan komedi romantis tentang cinta, persahabatan, keluarga, dan fenomena terkini. GET MARRIED 3 bicara tentang keinginan Mae dan Rendy untuk membesarkan 3 anak mereka tanpa bantuan sahabat-sahabat juga keluarganya. Tetapi membesarkan bayi tentunya beda dengan membesarkan ikan gurame di kolam, Mae-pun terkena sindrom baby blues. Kondisi yang membuat Rendy harus rekonsiliasi dengan sahabat-sahabat Mae.
Slank kembali menggarap scoring dan memberikan lagu-lagu andalannya untuk menghiasi film GET MARRIED 3. Termasuk menampilkan kembali lagu Cubit-Cubitan karya Koes Plus versi baru yang dinyanyikan oleh Kaka Slank bareng Nirina Zubir. Jika Hanung Bramantyo yang menggarap GET MARRIED jilid 1 dan 2, kali ini Monty Tiwa yang terpilih sebagai sutradara. "Hanung akan jadi pemain," ujar Monty saat dihubungi KapanLagi.com®, Jumat (19/8).
Monty Tiwa menyebut GET MARRIED 3 merupakan sebuah tantangan baru untuknya yang selama ini bekerja berdasarkan skenarionya sendiri. "Membuat film dengan skenario yang ditulis orang lain merupakan tantangan yang sangat menarik, terlebih karena GET MARRIED 1 dan 2 telah mendulang kesuksesan yang gemilang," imbuhnya.
"Menyutradarai film yang ditulis orang lain adalah tantangan yang sangat menarik dalam proses pembelajaran saya sebagai pekerja seni, apalagi GET MARRIED sudah dikenal sebagai film komedi yang sangat sukses. Siapa penggemar film komedi Indonesia yang nggak tahu GET MARRIED?" papar Monty Tiwa.

Selasa, 16 Agustus 2011

Papua Tetap Merah Putih

 

Sejumlah warga bersiap melepaskan anak panah ketika mengikuti lomba panah tradisional di Distrik Kwamki Lama-Timika, Kab. Mimika, Papua, Sabtu (13/8). Ratusan warga Papua dari tujuh kampung di Distrik Kwamki Lama, mengikuti lomba tersebut selain untuk menyambut HUT RI ke-66, juga guna mengurangi kebiasaan perang suku di antara mereka.

Jumat, 29 Juli 2011

Apakah Indonesia masih bisa dibanggakan?


Dari depan sebuah pusat perbelanjaan di sudut paling ramai Jakarta, arca perempuan itu memandang ke arah jalan yang disebut menggunakan namanya. Ribuan anak muda melewatinya setiap hari, tahukah mereka siapa dia?

Ini cerita 70 tahun yang lalu. Perempuan itu, HR Rasuna Said, masih berusia 21 tahun dan dalam usia semuda itu dia berorasi di depan ribuan orang, meneriakkan kemerdekaan. Sebuah kegiatan yang dapat membuatnya diganjar penjara oleh pemerintah Belanda.

“Pintu menuju kemerdekaan sudah terbuka, dan kami berharap kalian mengabarkannya kepada seluruh kawan dan kenalan. Kami semua punya satu tujuan. Memperjuangkan hak kami, yakni membentuk Indonesia yang merdeka dan bebas dari jajahan asing,” kata Rasuna dalam sebuah aksi menentang penjajahan. Ketegasan Rasuna harus dibayar mahal. Bersama rekannya, Rasimah Ismail, dia ditangkap dan dipenjarakan di Semarang.

Hajjah Rangkayo Rasuna Said adalah sosok pendidik, wartawan dan politisi ulung. Dia lahir dari keluarga keturunan bangsawan Minang di Maninjau, Sumatera Barat pada 14 September 1910.

Pendidikan Rasuna kecil dimulai di pesantren Ar Rasyidiyah sebagai satu-satunya murid perempuan. Saat kelas 5, dia mulai mengajar untuk anak-anak dari kelas lebih rendah. Berpindah-pindah guru, Rasuna terus belajar, juga belajar teknik pidato. Pidato Rasuna dikenal “laksana petir di siang hari”.

Rasuna masih berusia 16 tahun saat bergabung di organisasi politik pertamanya, Sarekat Rakyat — sebuah organisasi yang juga dimotori Tan Malaka. Dia juga tak melupakan gairah pertamanya: mengajar.

Rasuna mendirikan sekolah “Menjesal” di Sumatera Barat, sekolah kelas rendah di Padang dan sekolah khusus putri di Bukittinggi. Para murid di sekolahnya diajarkan pentingnya kesadaran politik rakyat.

Dari Sarekat Rakyat, Rasuna berpindah ke Persatuan Muslimin Indonesia (Permi), yang tumbuh dengan cepat di Sumatera Barat dengan 10 ribu anggota di 160 cabang. Partai ini populer karena tak takut mengawinkan politik dan agama. Rasuna menjadi salah satu tokoh perempuan paling menonjol di sini. Secara blak-blakan dia mengajak rakyat menuju perjuangan Indonesia merdeka.

Rasuna juga menemukan minat baru — menjadi wartawan — dan menerbitkan majalah Menara Putri. Gaya penulisannya blak-blakan dengan semboyan “Ini dadaku, mana dadamu.”

Majalah ini menyebarkan ide mengenai perempuan dan segala permasalahannya. Dia meyakinkan pembaca, perempuan punya peran yang sama dalam penjuangan kemerdekaan. Perempuan juga punya hak dan kewajiban yang sama dengan laki-laki. Perempuan juga berhak mendapatkan pendidikan, jaminan ekonomi dan memiliki tempat dalam dunia politik.

Karier politik membawa Rasuna hijrah ke Jakarta. Setelah proklamasi kemerdekaan, Rasuna menjadi anggota Dewan Perwakilan Sumatera Barat. Dia juga anggota Dewan Pertimbangan Agung yang memberikan saran pada Presiden Soekarno.

Rasuna Said meninggal pada 2 November 1965 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Kalibata.

Dia dikenang sebagai aktivis perempuan pertama yang memperjuangkan hak-hak politik perempuan. Menurutnya, politik bukan hanya milik laki-laki. Politik tak bisa dipisahkan dari peran serta perempuan.

Dari 140 orang yang diberi gelar pahlawan negara, hanya 10 perempuan yang ada dalam daftar. Hajjah Rangkayo Rasuna Said adalah satunya. Siapa akan teruskan perjuangannya?


Selasa, 19 Juli 2011

HUKUM DAPAT “DIBELI” DI INDONESIA


Kebanyakan orang akan bicara bahwa hukum di Indonesia itu dapat di “beli”, yang menang mereka yang mempunyai kekuasaan, yang punya uang banyak pasti aman dari gangguan hukum walaupun aturan negara dilanggar. Ada pengakuan informal di masyarakat bahwa karena hukum dapat di beli maka aparat penegak hukum tidak dapat diharapkan untuk melakukan penegakan hukum secara menyeluruh dan adil. Praktik penyelewengan dalam proses penegakan hukum, seperti mafia hukum dan peradilan, peradilan yang diskriminatif atau rekayasa proses peradilan merupakan realitas yang gampang ditemui dalam penegakan hukum di negeri ini. Peradilan yang diskriminatif menjadikan hukum di negeri ini persis seperti yang dideskripsikan Plato bahwa hukum adalah jaring laba – laba yang hanya mampu menjerat yang lemah tetapi akan robek jika menjerat yang kaya dan kuat ( laws are spider webs, they hold the weak and delicated who are caught in their meshes but are torn in pieces by the rich and powerful).
Menurunnya kualitas sebagai negara hukum di Indonesia tidak lepas dari lemahnya etika para profesional hukum. Menggejalanya perbuatan profesional yang mengabaikan kode etik profesi karena beberapa alasan yang paling mendasar, baik sebagai individu anggota masyarakat maupun karena hubungan kerja dalam organisasi profesi, di samping sifat manusia yang konsumeristis dan nilai imbalan jasa yang tidak sebanding dengan jasa yang diberikan.

Buyung: SBY Harus Minta Maaf atas Kelakuan Nazaruddin


Advokat senior Adnan Buyung Nasution meminta Presiden sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), meminta maaf kepada masyarakat atas kelakuan M Nazaruddin. SBY harus meminta maaf atas ulah Nazaruddin yang menjadi anak buahnya di Demokrat.

"Harusnya SBY juga minta maaf sebagai pemimpin tertinggi, 'maaf anak buah saya kelakuannya seperti itu'," kata Buyung usai diskusi bertema integritas di Hotel Nikko, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (19/7/2011).

Mantan anggota Wantimpres ini juga menyoroti soal janji-jani para politikus Demokrat yang akan memulangkan Nazaruddin.

"Ada delegasi yang ke Singapura, lalu pulang memberi informasi dia sakit dan janji-janji mau memulangkan. Sekarang semuanya bohong semua, itu mulut bohong semua. Tidak punya rasa malu itu orang Demokrat," kata Buyung yang berbatik coklat itu berapi-api.

Buyung juga menyinggung pernyataan SBY yang justru menyalahkan pers atas kekisruhan partainya selama ini.

"Jadi jangan salahkan pers. Jangan bilang mengadu domba. Ini bukan mengadu domba, mereka yang tidak punya integritas. SBY perlu mendidik bangsa ini soal character building," cetusnya.

Dalam jumpa pers di Cikeas, Senin (11/7) malam SBY menyayangkan sikap media dalam pemberitaan Nazaruddin. Dia menilai SMS maupun BlackBerry Messenger (BBM) dari orang yang mengaku Nazaruddin dijadikan judul dan headline di media massa, sehingga menohok PD. Sementara, kalangan Istana dan PD menyangkal SBY telah menyalahkan pers.