Jumat, 26 November 2010

Ida Kusumah, Dedikasi di Akting hingga Akhir Hayat

Ida Kusumah dijemput malaikat maut ketika tengah syuting sinetron Cinta Fitri. Aktris kelahiran 31 Agustus 1939 itu memang dikenal berdedikasi tinggi di bidang akting.

                    Ida Kusumah (Foto:Novi Muharrami/okezone)
Ida Kusumah (Foto:Novi Muharrami/okezone)
JAKARTA - Ida Kusumah dijemput malaikat maut ketika tengah syuting sinetron Cinta Fitri. Aktris kelahiran 31 Agustus 1939 itu memang dikenal berdedikasi tinggi di bidang akting.
Hal itu diakui oleh lawan main almarhumah, Dinda Kanyadewi. Di saat-saat terakhir hidup Ida, ada Dinda dan juga beberapa pemain Cinta Fitri lainnya.
"Kita selalu bareng, karena selalu tandem sama Oma. Dedikasinya luar biasa dan dia menghabiskan akhir hidupnya di dunia syuting," tutur Dinda, ditemui di RS Puri Cinere, Jakarta Selatan, Kamis (25/11/2010) malam.
Tak cuma Dinda yang memiliki kenangan dengan artis yang akrab disapa Oma itu. Bintang utama Cinta Fitri, Shireen Sungkar juga mengingat Oma sebagai sosok yang tak pernah mengeluh.
"Semuanya pasti akan kita kangenin karena dia baik banget dan dia enggak pernah mengeluh, walau agak susah menghafal skenario. Dia juga selalu mengajari kita dan berbagi pengalaman ke kita. Kayak masalah hubungan (pacaran), jangan berantem terus," papar Shireen.
Ida Kusumah meninggal dunia dalam usia 70 tahun. Aktris gaek ini terkena serangan jantung dan sempat pingsan di lokasi syuting sinetron Cinta Fitri, di kawasan Cinere, Jakarta Selatan (Jaksel), sekira pukul 20.30 WIB.

Wafatnya Ida Kusumah Akan Disinetronkan

Aktris senior Ida Kusumah telah meninggal dunia. Lalu, bagaimanakah nasib karakter Oma di sinetron 'Cinta Fitri' yang dilakoni, mengingat sinetron itu hanya menyisakan tiga episode lagi?.


                    Pemakaman Ida Kusumah|Foto: Yayat Ruhayat C&R
 
JAKARTA-C&R/OMG-Aktris senior Ida Kusumah telah meninggal dunia. Lalu, bagaimanakah nasib karakter Oma di sinetron 'Cinta Fitri' yang dilakoni, mengingat sinetron itu hanya menyisakan tiga episode lagi?.
"Enggak mungkin diganti. Karakter Oma sudah terlalu kuat. Sudah empat tahun Oma Ida yang main," jelas Ciria, salah satu staf Humas MD Entertainment saat ditemui di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Jumat (26/11/2010).
Wafatnya Ida Kusumah, lanjut Ciria, dengan spontan cerita "Cinta Fitri" akan ada yang berbeda.
Kemungkinan salah satu opsi yang paling mungkin akan diambil wafatnya Ida untuk menyiasati bolongnya formasi pemain "Cinta Fitri".
"Kemungkinan nanti dibikin cerita Oma meninggal. Kayaknya akan seperti itu," tandas Ciria. (Deva)

Mbak Tutut Antar Kepergian Ida Kusumah dengan 12 Kilogram Bunga

Siti Hardiyanti Rukmana yang akrab disapa Mbak Tutut, rupanya juga merasakan duka yang mendalam atas kepergian aktris senior Ida Kusumah.

                    Pemakaman Ida Kusumah|Foto: Yayat Ruhayat C&R

JAKARTA-C&R/OMG-Siti Hardiyanti Rukmana yang akrab disapa Mbak Tutut, rupanya juga merasakan duka yang mendalam atas kepergian aktris senior Ida Kusumah.
Mantan Menteri Sosial pada era 1998-2003 itu turut mengirimkan rasa belasungkawa lewat bunga seberat 12 kilogram.
"Bunga mawar, kenanga, melati ini dari Mbak Tutut," ujar salah seorang keluarga almahrumah ditemui di Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Jumat (26/11/2010).
Selain Mbak Tutut yang melakukan hal itu, pihak rumah produksi, stasiun televisi, dan kerabat yang tak bisa hadir mengantar jenazah ke peristirahatan terakhir pun ikut mengucapkan rasa bela sungkawa melalui karangan bunga.
Prosesi pemakaman artis yang bernama lengkap Siti Endeh Ida Hendarsih Atmadi Kusumah itu juga dihadiri kerabat almarhumah. Tak terkecuali, bintang sinetron 'Cinta Fitri', seperti ; Shireen Sungkar , Teuku Wisnu, Dinda Kanya Dewi, Aldy Fairuz.
Ida Kusumah meninggal dunia saat syuting sinetron "Cinta Fitri", Kamis (25/11/2010) malam.(Deva)

Ida Kusumah Wafat, Syuting Cinta Fitri Tetap Jalan

                    (foto: facebook)
(foto: facebook)
JAKARTA- Artis senior Ida Kusumah meninggal dunia saat syuting sinetron Cinta Fitri. Namun syuting yang dilakukan di kawasan Jagakarta itu hanya dihentikan sementara dan tetap dilakukan.
"Kalau berhenti total sih enggak, tapi kalau break sementara iya. Karena sepertinya ada beberapa yang meneruskan syuting. Tapi kita tunggu kepastian dari dokter saja. Kita harus komunikasi sama keluarga dulu," ujar Rudi, Humas MD Entertainment saat dihubungi lewat telepon, Kamis (25/11/2010) malam.
Saat ini, menurut Rudi, pemain dan kru sinetron Cinta Fitri sedang menuju Rumah Sakit Puri Cinere tempat almarhum disemayamkan.
"Semua pemain dan kru sedang menuju Rumah Sakit Puri Cinere. Tapi nggak semua berkumpul di rumah sakit. Karena enggak boleh semua masuk juga, cuma beberapa orang saja," jelasnya.
Rudi menjelaskan, selama menjalani syuting pemilik nama lemngkap Siti Endeh Ida Hendarsih Atmadi Kusumah itu tak pernah mengeluh sakit. Bahkan, almarhum dikenal sebagai sosok yang humoris.
"Setahu saya enggak pernah mengeluh sakit. Tapi karena jarang ngobrol dan ketemu jadi kalau ketemu seadanya seperti tanya kabar saja. Terakhir ketemu almarhum sehat dan sempat bercanda," pungkasnya.

Kamis, 25 November 2010

Innalillahi wainalillahi rojiun : Ida Kusuma Berpulang ke Rahmatullah Saat Syuting > Selamat Jalan Bunda Semoga Allah memberikan tempat yang lapang di sisiNya

Ida Kusuma Meninggal Saat Syuting
Berita duka menghampiri dunia perfilman Indonesia. Artis senior Ida Kusuma meninggal di lokasi syuting CINTA FITRI. Diperkirakan hal ini karena serangan jantung, ia meninggal pada pukul 20.30 Wib.
Namun saat ini Ciria belum tahu kondisi terakhir karena masih berada dalam perjalanan menuju rumah sakit Puri Cinere.
"Belum tahu sekarang, karena saya tidak di lokasi. saya dalam perjalanan menuju rumas sakit Puri Cinere, Jalan Maribaya, Cinere, Depok, Jawa barat. Jenazah sudah dibawa ke sana," ujar Ciria ketika dikonfirmasi melalui telepon.
Karena berita duka ini syuting CINTA FITRI dihentikan untuk sementara.
"Ya, syuting jelas langsung berhenti," ungkapnya. Selain itu Ciara juga menjelaskan bila saat ini belum mendapat kabar di mana jenazah akan dimakamkan. (kpl/uji/sjw)

Guru, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa


Sosok ini tidak pelit memberi ilmu. Tidak pula mereka banyak menuntut. Senang bila anak didiknya berhasil. Bekal yang diberikan pun besar manfaatnya sampai sekarang. Dan mereka pun menyandang gelar pahlawan tanpa tanda jasa sebagai bentuk penghormatan.
Mereka yang dimaksud adalah guru. Dan hari ini, Kamis (25/11), bertepatan dengan peringatan Hari Guru Nasional 2010. Sebuah hari yang istimewa bagi jutaan guru di Indonesia. Hari Guru Nasional diperingati bersama hari ulang tahun PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia).
Sosok guru juga dihormati di negeri tetangga dan benua lain. Di Hongkong hari guru diperingati setiap 10 September, Korea Selatan setiap 15 Mei, Malaysia pada 16 Mei, lalu Cina diperingati setiap 10 September. Pemerintah Australia bahkan menetapkan Jumat terakhir pada Oktober sebagai Hari Guru Sedunia, Amerika Serikat misalnya pada minggu pertama di bulan Mei.
Jasa-jasa guru mendapat perhatian khusus dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saat menghadiri Hari Guru Nasional pada 2004 silam, Presiden Yudhoyono mulai reformasi keberadaan guru, yakni dengan menerbitkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen sebagai tenaga profesional.
Dengan demikian guru mengemban tanggung jawab untuk mencapai kemajuan pendidikan. Sejalan dengan proses tersebut tak jarang mereka menemui banyak kesulitan. Di antaranya gaji yang disunat, rendahnya upah guru, dan kecilnya peluang jenjang karier. Namun semua itu tak mengurangi motivasi mengajar. Semangat itu ditunjukkan para guru di desa-desa terpencil. Mereka tulus berbagi ilmu di tengah keterbatasan yang ada.
Demikianlah jasa guru. Jasa mereka amat besar. Begitu pula pengaruh para guru mendidik dan membimbing murid. Teruslah kau berjuang guru, agar tercipta peserta didik yang berilmu tinggi, berakhlak mulia dan mencetak pemimpin yang mampu membawa negeri ini ke arah yang lebih baik.(AIS/ANS)

Selasa, 23 November 2010

Sekarang Ada Angklung Digital

Sekarang Ada Angklung Digital
 Usai diresmikan sebagai warisan budaya dunia oleh Badan PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO), 16 November silam, para pecinta angklung terus berupaya menyosialisasikan angklung dengan beragam cara. Di antaranya dengan membuat permainan dengan angklung.
Satu di antaranya permainan dengan angklung digital atau bamboo beat. Cara bermainnya cukup mudah. Saat reporter SCTV Desa Apridini mencobanya di Jakarta, belum lama ini, prosesnya sama dengan bermain dance revolution atau gitar heroes. Tinggal mencocokan waktu simbol yang bergerak di layar.
Menurut Putri, pecinta angklung, alunan musik angklung terdengar unik dan khas. Tapi untuk mempermudah permainan dan memperkaya bentuk angklung, para seniman terus berupaya menghasilkan aneka bentuk angklung yang modern.